Kampus · Review

Review Buku : Tuhan Tidak Pernah Iseng

setelah berjuang melawan sakit selama dua minggu, dan berjuang mengerjakan assessment yang diadakan serentak ketika saya masuk (benar-benar menyebalkan, sehari masuk besoknya semua mata kuliah assessment, poor me!) akhirnya, saya kembali ke kehidupan normal dan kembali berbagi di blog yang menjadi pacar setia ketika kesendirian melanda.

kali ini saya hanya ingin berbagi review buku. review ini saya pajang di blog karena gagal meraih juara di ajang lomba resensi buku yang di adakan kampus tercinta (akhirnya rasa cinta ini tumbuh), politeknik telkom (ingat saudara-saudara, telkom punya politeknik! tidak hanya institut teknologi). dari tiga buku yang saya tulis bersama rekan seperjuangan dhanik listiani, satu judul tembus menjadi juara tiga (alhamdulillah) dan review itu tidak mungkin saya share karena berkas menjadi hak milik perpustakaan politeknik telkom dan tribun jabar.

oke sepertinya saya terlalu banyak bicara, langsung saja, taraa

Image

Judul Buku      : Tuhan Tidak Pernah Iseng

Penulis              : Zemarey Al-Bakhin

Penerbit            : Madania Prima

Tahun Terbit     : 2007

Tebal Buku       : 209 halaman

Jenis Buku        : Autobiografi

Harga                : Rp50.000


Pergolakan Hati Melawan Dunia Gay

Kecenderungan orientasi seksual yang menyimpang memang masih dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia. Namun, hal itu tidak menghalangi Zemarey Al-Bakhin untuk menulis kisah hidupnya selama 25 tahun yang terjebak di dunia ‘abu-abu’. Kehidupan homoseksual yang mulai merajalela di Indonesia menguatkan keinginan Zemarey untuk berbagi kisah hidupnya yang berupaya keluar dari dunia gay. Kesalahpahaman mengenai jenis kelamin Zemarey yang dikira perempuan ketika baru dilahirkan ternyata berdampak bagi kehidupan Zemarey di kemudian hari.

Terlahir dengan kulit putih bersih, berhidung bangir, dan bulu mata yang lentik membuat siapa pun yang melihat Zemarey mengira ia adalah anak perempuan. Kondisi ini semakin buruk ketika teman-temannya memberi julukan Zemarey layaknya anak perempuan. Kalimat ejekan yang terlontar dari mulut teman-temannya membuat Zemarey harus menanggung malu seorang diri. Tidak hanya itu, gosip bahwa Zemarey seorang gay sempat merebak ketika ia duduk di bangku SMP. Harus di akui, Zemarey memang menyukai teman laki-lakinya, Bonie. Zemarey tidak menyangkal gosip gay tersebut. Namun rasa malu merasuki Zemarey beberapa saat, ia sadar tidak seharusnya ia menyukai laki-laki.

Rasa cinta yang tidak terkontrol menjadikan Zemarey terjebak dalam hubungan terlarang. Zemarey dan Bonie menjadi sepasang kekasih layaknya pasangan pada umumnya. Namun, dibalik kebahagiannya bersama Bonie, Zemarey merasa gelisah dan bersalah kepada Tuhan. Zemarey berusaha mengubah orientasi seksualnya, ia menghindari dunia gay dan mencoba membuka hati kepada wanita. Usaha dan doa yang ia lakukan tidak selalu berjalan mulus, selalu ada saja halangan yang memberatkan hatinya berpaling dari dunia gay.

Zemarey menuliskan perjalanan hidupnya dengan cukup baik. Berbeda dengan buku atau novel lain yang bertema sama. Zemarey cukup bijak dalam menyikapi homoseksualitas karena ia tidak menyalahkan Tuhan. Ia menceritakan detil perlakuan negatif orang di sekitarnya dengan jelas. Perang batin antara menuruti cinta terhadap sesama lelaki atau cinta terhadap Tuhan ditulis dengan lugas, pembaca pun dapat merasakan pergolakan yang terjadi di hati Zemarey. Menggunakan sudut pandang orang pertama, Zemarey mampu menulis kisah yang terasa hidup dan nyata. Hanya saja bagi pembaca yang belum terbiasa dengan cerita kehidupan homoseksual akan merasa bahwa tindakan itu adalah hal yang tidak sesuai dengan nilai ketimuran yang berlaku di Indonesia. Selain itu penggunaan bahasa daerah Sunda dalam percakapan tentu membingungkan pembaca yang bukan berasal dari suku Sunda. Namun, unsur interferensi bahasa inilah yang menguatkan latar budaya Zemarey.

Buku Tuhan Tidak Pernah Iseng disarankan bagi orang yang mengalami orientasi seksual menyimpang dan ingin berubah menjadi manusia pada umumnya. Buku ini tidak disarankan bagi remaja yang masih membutuhkan bimbingan pengetahuan seksual. Percayalah bahwa orientasi seksual menyimpang bukanlah takdir Tuhan. Homoseksualitas bisa dihindari dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan dan berusaha menghindar dari tindakan menyimpang tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s