Kampus

KEJENUHAN DALAM MENJALANI HIDUP

CAHAYA WAHYU

leafwater Suatu hari saya bertemu dengan seorang pekerja sebuah perusahaan di salah satu forum ilmiah. Dalam pertemuan tersebut, dia mengeluh kepada saya tentang kehidupan di dunia yang amat menjenuhkan. Dia seorang yang sukses baik dalam hal prestasi di dunia kerja maupun prestise di masyarakat. Dalam pekerjaan dia sering mendapatkan penghargaan. Begitu juga di kalangan masyarakat, dia termasuk orang yang dipandang karena memiliki kemampuan dan kekayaan. Namun, dibalik itu semua, dia merasa gersang dan kesepian dalam menjalani kehidupan. Dia beranggapan bahwa hidup ini hanyalah sebuah aktivitas rutin yang menjemukan. Setelah bangun tidur, dia melakukan olah raga kecil, mandi pagi, sarapan, berangkat kerja, pulang malam, istirahat nonton televisi sebentar, dan tidur. Demikian terus-menerus aktivitas semacam itu yang dia lakukan setiap harinya.
Saat dia bercerita agak panjang tentang kejenuhan tersebut, tiba-tiba saya memotong pembicaraannya. Apakah saudara tidak memiliki keluarga? Dia menjawab, saya punya isteri dan 3 orang anak. Semuanya baik-baik dan tidak ada persoalan…

View original post 885 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s